Muncul Pandemi Justru Membuat Pebisnis Ikan Cupang Melimpah Bagi Masyarakat Kota/Kab. Tegal
Di saat usaha-usaha lain banyak yang terpuruk akibat pandemi Covid-19,
usaha budidaya ikan cupang justru meroket. Pelaku usaha ini bisa
menghasilkan puluhan juta rupiah dalam sebulan.
Yudya W. Ekoputra (52), warga Desa Mejasem Barat, Kecamatan Kramat,
Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, adalah salah satu pelaku usaha budidaya
ikan cupang yang sedang menikmati booming ikan hias itu di masa pandemi.
"Kalau usaha lain sepi, bisnis ikan cupang justru makin ramai. Selama
pandemi, peminatnya makin banyak. Artis-artis juga banyak yang hobi,"
katanya saat ditemui Gatra.com, Sabtu (12/9).
Yudya memiliki sekitar 5.000 ekor ikan cupang giant. Jenisnya antara
lain item koi, nemo, avatar dan multicolor. Ikan cupang yang
dibudidayakannya itu dikirim rutin ke pemesan di sejumlah daerah,
seperti Semarang, Jakarta, Malang, Yogyakarta dan Samarinda.
"Setiap kirim per bulan mulai 100 sampai 200 ekor. Selain dikirim, ada juga pembeli yang datang langsung," ungkapnya.
Menurut Yudya, untuk tiap ekor yang dikirim, harga yang paling murah
berkisar Rp250 ribu hingga Rp500 ribu per ekor. Sedangkan yang paling
mahal mencapai jutaan rupiah per ekor.
"Jenis yang sekarang paling diminati avatar. Harganya cukup tinggi.
Paling murah Rp1 juta sampai Rp 2 juta. Paling mahal Rp10 juta. Selain
bagus, nyarinya juga sulit," ujarnya.
Dengan harga yang terbilang fantastis itu, tak heran
Yudya bisa
memperoleh penghasilan hingga puluhan juta rupiah dalam sebulan dari
bisnisnya tersebut. "Per bulan bisa Rp15 juta sampai Rp40 juta,"
sebutnya.
Yudya yang merupakan sarjana perikanan mengaku sudah mulai membudiyakan
ikan cupang sejak Agustus 2019 dengan modal Rp20 juta.
Selain harga
jualnya yang menggiurkan, dia tertarik menekuni bisnis ini karena mudah
dalam pemeliharaan maupun pengiriman ke luar kota.
"Jualan gampang, bisa lewat medsos. Terus bisa kirim antar kota. Cukup
di-packing, lima sampai tujuh hari bisa hidup. Kalau ikan lain sulit,
harus pakai oksigen segala macam. Perawatannya juga mudah. Dari segi
air, air kotor masih bisa hidup. Cuma kalau untuk hiasan, ya baiknya
tiga hari sekali diganti.
Kalau pakannya, jentik nyamuk bisa, kutu air
bisa, cacing bisa. Jadi siapapun bisa melihara dari anak kecil sampai
orang tua," ujarnya.
Menurut Yudya, ikan cupang juga tergolong ikan yang mudah berkembang
biak. Setiap pasang ikan cupang bisa menghasilkan anak hingga 500 ekor.
Maka jika ada lima pasang, anak yang dihasikan bisa mencapai 2.500 ekor.
Karena itu Yudya harus menyediakan satu rumah miliknya yang lain di
Jalan Poso Gang 14 A Kelurahan Panggung RT 10 RW 07, Kecamatan Tegal
Timur, Kota Tegal khusus untuk tempat membudidayakan dan menyimpan ikan
cupang yang akan dijual.
"Harapan hidupnya tinggi, cuma harapan yang bisa dijual 20 persen karena
kita harus nyari yang berkualitas, yang bagus-bagus, artinya yang sudah
ada warna. Yang berkualitas itu yang warnanya full," ucapnya.
Sementara itu salah seorang penghobi ikan cupang, Yery Noveli (45)
mengaku tertarik memelihara ikan cupang karena warnanya yang bagus
sehingga bisa dijadikan penghias ruangan di rumah.
"Untuk bisnis juga bisa menghasilkan uang banyak karena harganya
tinggi," ujar warga Debong Lor, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal ini.
Komentar
Posting Komentar