Di saat banyak usaha yang terpuruk akibat pandemi COVID-19, bisnis budidaya dan jual beli ikan cupang justru semakin menjanjikan.
Pelaku bisnis ikan cupang hias pun mendapatkan keuntungan yang luar
biasa. Bahkan, enam bulan belakangan ini permintaan ikan cupang selalu
tinggi. Baik itu untuk dipelihara di rumah atau pun dijual lagi.
Hal ini seperti yang disampaikan Indra Gunawan (36), salah seorang penjual ikan cupang di kawasan Pasar Karlis Kota Tasikmalaya.
“Alhamdulillah, saat ini saya bisa menjual sampai 100 ekor dalam
sehari,” kata Indra yang mengaku berasal dari Kecamatan Cihideung, Kota
Tasikmalaya kepada wartawan, Rabu (25/11/2020).
Indra
menyebutkan, pandemi COVID-19 justru berpengaruh positif terhadap usaha
yang digelutinya itu. “Ada peningkatan sampai dua kali lipat lebih,”
ujarnya.
Ikan cupang yang dijual Indra pun beragam jenisnya. Mulai dari Nemo,
Giant, Avatar, Fancy dan lain sebagainya. Namun, yang paling banyak
diburu masyarakat adalah jenis Nemo dan Giant.
“Untuk satu ekor ikan cupang harganya beragam. Mulai dari Rp5000
hingga Rp150 ribu, tergantung dari jenis maupun ukuran ikan cupangnya,”
kata dia.
Sejuta Sehari
Dengan harga yang cukup terjangkau itu, setiap hari semakin banyak
pembeli yang datang. Tak hanya dari kalangan anak-anak tapi juga para
remaja hingga orang dewasa.
Dari
jumlah ikan yang mampu ia jual sampai 100 ekor per hari itu, Indra
mengaku mampu meraup pundi-pundi rupiah minimal Rp1 juta per
hari. “Alhamdulillah, disyukuri saja,” ujarnya.
Lebih lanjut Indra menjelaskan, baik dari sisi pembudidayaan,
penjualan, hingga perwatan ikan cupang sangat mudah. Boleh jadi hal
itulah yang menjadikan ikan cupang banyak digemari.
” Untuk budidaya tak perlu lahan luas. Untuk dipelihara pun cukup
menggunakan toples, tidak memerlukan aerator. Terlebih ikan cupang
terbiasa bertahan lama tanpa banyak oksigen,” ucapnya.
Sementara
itu, salah satu pembeli asal Kecamatan Cipedes, Irvan Wiguna (32)
mengungkapkan, selain menjadi hobi, ikan cupang yang ia beli sebagian
untuk dijual kembali.
Irvan hapal benar jika saat ini ikan cupang semakin digandrungi masyarakat, sehingga menjadi bisnis yang lumayan menjanjikan.
“Saat ini ikan cupang mulai ramai dicari oleh masyarakat. Mungkin
selain karena jenis dan warnanya, ikan cupang juga dipercaya sebagai
penghilang penat usai beraktivitas,” katanya.
Pandemi Covid-19
sepertinya tidak begitu berdampak terhadap para pedagang ikan hias di
Kota Tasikmalaya. Disaat jenis usaha lain terpuruk akibat pandemi,
tetapi pedagang hias malah meraup untung.
Sejak pandemi dan pemberlakuan PSBB hingga Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)
para penjual ikan hias terutama ikan cupang mengalami peningkatan
omzet. Di Kota Tasikmalaya sendiri, para penjual ikan hias ini berada di
Pasar Karlis, Kecamatan Cihideung.
Salah seorang pedagang ikan hias, Gunawan (35) mengatakan, sebelum
pandemi dirinya hanya mampu menjual ikan cupang sekitar 50 ekor per
hari. Namun, di masa pandemi ini mampu menjual hingga 500 ekor per hari.
"Sejak pandemi permintaan ikan hias terutama cupang sangat banyak. Ada
yang membeli untuk dipelihara dan ada pula yang untuk dijual lagi," ujar
Gunawan, Senin (23/11/2020).
Menurutnya, harga satu ekor ikan cupang beragam dari kisaran Rp 5.000
sampai Rp 15.000 tergantung dari jenis dan ukurannya. Saat ini yang
paling banyak diburu adalah jenis Nemo dan Giant.
"Ada beberapa jenis ikan cupang yang saya jual. Ada jenis Nemo, Avatar,
Giant, Vancy, dan jenis lainnya," ucapnya.
Ia menuturkan, dengan harga ikan cupang yang terjangkau, banyak anak dan
orang dewasa yang datang membeli. "Alhamdulillah, omzet penjualan ikan
cupang saat ini bisa sampai Rp 5 juta per hari. Kalau hari-hari biasa
sebelum pandemi, omzet hanya mencapai Rp 500.000 sampai satu juta,"
tuturnya.
Ia menambahkan, untuk memelihara ikan cupang tidaklah sulit dan tidak
butuh modal besar. Ikan cupang bisa dipelihara dalam toples tanpa harus
ada aerator. Selain itu, ikan cupang bisa bertahan lama tanpa memerlukan
banyak oksigen.
"Yang datang membeli ikan cupang bukan hanya para penghobi ikan hias,
tetapi masyarakat awam pun turut memburu ikan cupang," tambah Gunawan.
Salah seorang pembeli, Heri (45) mengatakan, ikan hias yang dibelinya
disamping untuk dipelihara dan jual lagi. Ikan cupang saat ini banyak
dicari oleh masyarakat sehingga ini menjadi potensi bisnis yang
menjanjikan.
"Ikan cupang saat ini beragam warnanya. Saya bisa berlama-lama dan
bersantai melihat keindahan warnanya," ucap Heri.
---------
Artikel
ini sudah Terbit di AyoTasik.com, dengan Judul Omzet Penjualan Ikan
Cupang Meningkat di Masa AKB, pada URL
https://www.ayotasik.com/read/2020/11/23/7218/omzet-penjualan-ikan-cupang-meningkat-di-masa-akb
Penulis: Redaksi AyoBandung.Com
Editor : Arditya PramonoPandemi Covid-19
sepertinya tidak begitu berdampak terhadap para pedagang ikan hias di
Kota Tasikmalaya. Disaat jenis usaha lain terpuruk akibat pandemi,
tetapi pedagang hias malah meraup untung.
Sejak pandemi dan pemberlakuan PSBB hingga Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)
para penjual ikan hias terutama ikan cupang mengalami peningkatan
omzet. Di Kota Tasikmalaya sendiri, para penjual ikan hias ini berada di
Pasar Karlis, Kecamatan Cihideung.
Salah seorang pedagang ikan hias, Gunawan (35) mengatakan, sebelum
pandemi dirinya hanya mampu menjual ikan cupang sekitar 50 ekor per
hari. Namun, di masa pandemi ini mampu menjual hingga 500 ekor per hari.
"Sejak pandemi permintaan ikan hias terutama cupang sangat banyak. Ada
yang membeli untuk dipelihara dan ada pula yang untuk dijual lagi," ujar
Gunawan, Senin (23/11/2020).
Menurutnya, harga satu ekor ikan cupang beragam dari kisaran Rp 5.000
sampai Rp 15.000 tergantung dari jenis dan ukurannya. Saat ini yang
paling banyak diburu adalah jenis Nemo dan Giant.
"Ada beberapa jenis ikan cupang yang saya jual. Ada jenis Nemo, Avatar,
Giant, Vancy, dan jenis lainnya," ucapnya.
Ia menuturkan, dengan harga ikan cupang yang terjangkau, banyak anak dan
orang dewasa yang datang membeli. "Alhamdulillah, omzet penjualan ikan
cupang saat ini bisa sampai Rp 5 juta per hari. Kalau hari-hari biasa
sebelum pandemi, omzet hanya mencapai Rp 500.000 sampai satu juta,"
tuturnya.
Ia menambahkan, untuk memelihara ikan cupang tidaklah sulit dan tidak
butuh modal besar. Ikan cupang bisa dipelihara dalam toples tanpa harus
ada aerator. Selain itu, ikan cupang bisa bertahan lama tanpa memerlukan
banyak oksigen.
"Yang datang membeli ikan cupang bukan hanya para penghobi ikan hias,
tetapi masyarakat awam pun turut memburu ikan cupang," tambah Gunawan.
Salah seorang pembeli, Heri (45) mengatakan, ikan hias yang dibelinya
disamping untuk dipelihara dan jual lagi. Ikan cupang saat ini banyak
dicari oleh masyarakat sehingga ini menjadi potensi bisnis yang
menjanjikan.
"Ikan cupang saat ini beragam warnanya. Saya bisa berlama-lama dan
bersantai melihat keindahan warnanya," ucap Heri.
---------
Artikel
ini sudah Terbit di AyoTasik.com, dengan Judul Omzet Penjualan Ikan
Cupang Meningkat di Masa AKB, pada URL
https://www.ayotasik.com/read/2020/11/23/7218/omzet-penjualan-ikan-cupang-meningkat-di-masa-akb
Penulis: Redaksi AyoBandung.Com
Editor : Arditya PramonoPandemi Covid-19
sepertinya tidak begitu berdampak terhadap para pedagang ikan hias di
Kota Tasikmalaya. Disaat jenis usaha lain terpuruk akibat pandemi,
tetapi pedagang hias malah meraup untung.
Sejak pandemi dan pemberlakuan PSBB hingga Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)
para penjual ikan hias terutama ikan cupang mengalami peningkatan
omzet. Di Kota Tasikmalaya sendiri, para penjual ikan hias ini berada di
Pasar Karlis, Kecamatan Cihideung.
Salah seorang pedagang ikan hias, Gunawan (35) mengatakan, sebelum
pandemi dirinya hanya mampu menjual ikan cupang sekitar 50 ekor per
hari. Namun, di masa pandemi ini mampu menjual hingga 500 ekor per hari.
"Sejak pandemi permintaan ikan hias terutama cupang sangat banyak. Ada
yang membeli untuk dipelihara dan ada pula yang untuk dijual lagi," ujar
Gunawan, Senin (23/11/2020).
Menurutnya, harga satu ekor ikan cupang beragam dari kisaran Rp 5.000
sampai Rp 15.000 tergantung dari jenis dan ukurannya. Saat ini yang
paling banyak diburu adalah jenis Nemo dan Giant.
"Ada beberapa jenis ikan cupang yang saya jual. Ada jenis Nemo, Avatar,
Giant, Vancy, dan jenis lainnya," ucapnya.
Ia menuturkan, dengan harga ikan cupang yang terjangkau, banyak anak dan
orang dewasa yang datang membeli. "Alhamdulillah, omzet penjualan ikan
cupang saat ini bisa sampai Rp 5 juta per hari. Kalau hari-hari biasa
sebelum pandemi, omzet hanya mencapai Rp 500.000 sampai satu juta,"
tuturnya.
Ia menambahkan, untuk memelihara ikan cupang tidaklah sulit dan tidak
butuh modal besar. Ikan cupang bisa dipelihara dalam toples tanpa harus
ada aerator. Selain itu, ikan cupang bisa bertahan lama tanpa memerlukan
banyak oksigen.
"Yang datang membeli ikan cupang bukan hanya para penghobi ikan hias,
tetapi masyarakat awam pun turut memburu ikan cupang," tambah Gunawan.
Salah seorang pembeli, Heri (45) mengatakan, ikan hias yang dibelinya
disamping untuk dipelihara dan jual lagi. Ikan cupang saat ini banyak
dicari oleh masyarakat sehingga ini menjadi potensi bisnis yang
menjanjikan.
"Ikan cupang saat ini beragam warnanya. Saya bisa berlama-lama dan
bersantai melihat keindahan warnanya," ucap Heri.
---------
Artikel
ini sudah Terbit di AyoTasik.com, dengan Judul Omzet Penjualan Ikan
Cupang Meningkat di Masa AKB, pada URL
https://www.ayotasik.com/read/2020/11/23/7218/omzet-penjualan-ikan-cupang-meningkat-di-masa-akb
Penulis: Redaksi AyoBandung.Com
Editor : Arditya PramonoPandemi Covid-19
sepertinya tidak begitu berdampak terhadap para pedagang ikan hias di
Kota Tasikmalaya. Disaat jenis usaha lain terpuruk akibat pandemi,
tetapi pedagang hias malah meraup untung.
Sejak pandemi dan pemberlakuan PSBB hingga Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)
para penjual ikan hias terutama ikan cupang mengalami peningkatan
omzet. Di Kota Tasikmalaya sendiri, para penjual ikan hias ini berada di
Pasar Karlis, Kecamatan Cihideung.
Salah seorang pedagang ikan hias, Gunawan (35) mengatakan, sebelum
pandemi dirinya hanya mampu menjual ikan cupang sekitar 50 ekor per
hari. Namun, di masa pandemi ini mampu menjual hingga 500 ekor per hari.
"Sejak pandemi permintaan ikan hias terutama cupang sangat banyak. Ada
yang membeli untuk dipelihara dan ada pula yang untuk dijual lagi," ujar
Gunawan, Senin (23/11/2020).
Menurutnya, harga satu ekor ikan cupang beragam dari kisaran Rp 5.000
sampai Rp 15.000 tergantung dari jenis dan ukurannya. Saat ini yang
paling banyak diburu adalah jenis Nemo dan Giant.
"Ada beberapa jenis ikan cupang yang saya jual. Ada jenis Nemo, Avatar,
Giant, Vancy, dan jenis lainnya," ucapnya.
Ia menuturkan, dengan harga ikan cupang yang terjangkau, banyak anak dan
orang dewasa yang datang membeli. "Alhamdulillah, omzet penjualan ikan
cupang saat ini bisa sampai Rp 5 juta per hari. Kalau hari-hari biasa
sebelum pandemi, omzet hanya mencapai Rp 500.000 sampai satu juta,"
tuturnya.
Ia menambahkan, untuk memelihara ikan cupang tidaklah sulit dan tidak
butuh modal besar. Ikan cupang bisa dipelihara dalam toples tanpa harus
ada aerator. Selain itu, ikan cupang bisa bertahan lama tanpa memerlukan
banyak oksigen.
"Yang datang membeli ikan cupang bukan hanya para penghobi ikan hias,
tetapi masyarakat awam pun turut memburu ikan cupang," tambah Gunawan.
Salah seorang pembeli, Heri (45) mengatakan, ikan hias yang dibelinya
disamping untuk dipelihara dan jual lagi. Ikan cupang saat ini banyak
dicari oleh masyarakat sehingga ini menjadi potensi bisnis yang
menjanjikan.
"Ikan cupang saat ini beragam warnanya. Saya bisa berlama-lama dan
bersantai melihat keindahan warnanya," ucap Heri.
---------
Artikel
ini sudah Terbit di AyoTasik.com, dengan Judul Omzet Penjualan Ikan
Cupang Meningkat di Masa AKB, pada URL
https://www.ayotasik.com/read/2020/11/23/7218/omzet-penjualan-ikan-cupang-meningkat-di-masa-akb
Penulis: Redaksi AyoBandung.Com
Editor : Arditya Pramono
Pandemi Covid-19
sepertinya tidak begitu berdampak terhadap para pedagang ikan hias di
Kota Tasikmalaya. Disaat jenis usaha lain terpuruk akibat pandemi,
tetapi pedagang hias malah meraup untung.
Sejak pandemi dan pemberlakuan PSBB hingga Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)
para penjual ikan hias terutama ikan cupang mengalami peningkatan
omzet. Di Kota Tasikmalaya sendiri, para penjual ikan hias ini berada di
Pasar Karlis, Kecamatan Cihideung.
Salah seorang pedagang ikan hias, Gunawan (35) mengatakan, sebelum
pandemi dirinya hanya mampu menjual ikan cupang sekitar 50 ekor per
hari. Namun, di masa pandemi ini mampu menjual hingga 500 ekor per hari.
"Sejak pandemi permintaan ikan hias terutama cupang sangat banyak. Ada
yang membeli untuk dipelihara dan ada pula yang untuk dijual lagi," ujar
Gunawan, Senin (23/11/2020).
Menurutnya, harga satu ekor ikan cupang beragam dari kisaran Rp 5.000
sampai Rp 15.000 tergantung dari jenis dan ukurannya. Saat ini yang
paling banyak diburu adalah jenis Nemo dan Giant.
"Ada beberapa jenis ikan cupang yang saya jual. Ada jenis Nemo, Avatar,
Giant, Vancy, dan jenis lainnya," ucapnya.
Ia menuturkan, dengan harga ikan cupang yang terjangkau, banyak anak dan
orang dewasa yang datang membeli. "Alhamdulillah, omzet penjualan ikan
cupang saat ini bisa sampai Rp 5 juta per hari. Kalau hari-hari biasa
sebelum pandemi, omzet hanya mencapai Rp 500.000 sampai satu juta,"
tuturnya.
Ia menambahkan, untuk memelihara ikan cupang tidaklah sulit dan tidak
butuh modal besar. Ikan cupang bisa dipelihara dalam toples tanpa harus
ada aerator. Selain itu, ikan cupang bisa bertahan lama tanpa memerlukan
banyak oksigen.
"Yang datang membeli ikan cupang bukan hanya para penghobi ikan hias,
tetapi masyarakat awam pun turut memburu ikan cupang," tambah Gunawan.
Salah seorang pembeli, Heri (45) mengatakan, ikan hias yang dibelinya
disamping untuk dipelihara dan jual lagi. Ikan cupang saat ini banyak
dicari oleh masyarakat sehingga ini menjadi potensi bisnis yang
menjanjikan.
"Ikan cupang saat ini beragam warnanya. Saya bisa berlama-lama dan
bersantai melihat keindahan warnanya," ucap Heri.
---------
Artikel
ini sudah Terbit di AyoTasik.com, dengan Judul Omzet Penjualan Ikan
Cupang Meningkat di Masa AKB, pada URL
https://www.ayotasik.com/read/2020/11/23/7218/omzet-penjualan-ikan-cupang-meningkat-di-masa-akb
Penulis: Redaksi AyoBandung.Com
Editor : Arditya Pramono
Pandemi Covid-19
sepertinya tidak begitu berdampak terhadap para pedagang ikan hias di
Kota Tasikmalaya. Disaat jenis usaha lain terpuruk akibat pandemi,
tetapi pedagang hias malah meraup untung.
Sejak pandemi dan pemberlakuan PSBB hingga Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)
para penjual ikan hias terutama ikan cupang mengalami peningkatan
omzet. Di Kota Tasikmalaya sendiri, para penjual ikan hias ini berada di
Pasar Karlis, Kecamatan Cihideung.
Salah seorang pedagang ikan hias, Gunawan (35) mengatakan, sebelum
pandemi dirinya hanya mampu menjual ikan cupang sekitar 50 ekor per
hari. Namun, di masa pandemi ini mampu menjual hingga 500 ekor per hari.
"Sejak pandemi permintaan ikan hias terutama cupang sangat banyak. Ada
yang membeli untuk dipelihara dan ada pula yang untuk dijual lagi," ujar
Gunawan, Senin (23/11/2020).
Menurutnya, harga satu ekor ikan cupang beragam dari kisaran Rp 5.000
sampai Rp 15.000 tergantung dari jenis dan ukurannya. Saat ini yang
paling banyak diburu adalah jenis Nemo dan Giant.
"Ada beberapa jenis ikan cupang yang saya jual. Ada jenis Nemo, Avatar,
Giant, Vancy, dan jenis lainnya," ucapnya.
Ia menuturkan, dengan harga ikan cupang yang terjangkau, banyak anak dan
orang dewasa yang datang membeli. "Alhamdulillah, omzet penjualan ikan
cupang saat ini bisa sampai Rp 5 juta per hari. Kalau hari-hari biasa
sebelum pandemi, omzet hanya mencapai Rp 500.000 sampai satu juta,"
tuturnya.
Ia menambahkan, untuk memelihara ikan cupang tidaklah sulit dan tidak
butuh modal besar. Ikan cupang bisa dipelihara dalam toples tanpa harus
ada aerator. Selain itu, ikan cupang bisa bertahan lama tanpa memerlukan
banyak oksigen.
"Yang datang membeli ikan cupang bukan hanya para penghobi ikan hias,
tetapi masyarakat awam pun turut memburu ikan cupang," tambah Gunawan.
Salah seorang pembeli, Heri (45) mengatakan, ikan hias yang dibelinya
disamping untuk dipelihara dan jual lagi. Ikan cupang saat ini banyak
dicari oleh masyarakat sehingga ini menjadi potensi bisnis yang
menjanjikan.
"Ikan cupang saat ini beragam warnanya. Saya bisa berlama-lama dan
bersantai melihat keindahan warnanya," ucap Heri.
---------
Artikel
ini sudah Terbit di AyoTasik.com, dengan Judul Omzet Penjualan Ikan
Cupang Meningkat di Masa AKB, pada URL
https://www.ayotasik.com/read/2020/11/23/7218/omzet-penjualan-ikan-cupang-meningkat-di-masa-akb
Penulis: Redaksi AyoBandung.Com
Editor : Arditya Pramono
Komentar
Posting Komentar