Inilah Cara Mudah Budidaya Ikan Cupang dirumah!
1. Memilih Indukan untuk Budidaya Ikan Cupang
Jadi, langkah pertama yang harus dipersiapkan adalah mencari bibit atau indukan yang berkualitas.
Sebaiknya, indukan harus berasal dari keturunan unggul, kondisinya bugar, serta bebas dari cacat bawaan dan penyakit.
Tips Membedakan Cupang Jantan dan Betina

- Jantan: Lincah, ekor dan siripnya mengembang, warnanya cerah, dan bentuk tubuhnya lebih besar.
- Betina: Lamban, sirip dan ekornya lebih pendek, warnanya kusam, dan bentuk tubuhnya lebih kecil.
Sebelum proses pemijahan, kamu harus memastikan indukan jantan dan betina sudah berada di fase matang gonad atau siap kawin.
Berikut adalah ciri-ciri indukan yang sudah siap dikembangbiakkan:
Jantan
- Setidaknya berumur 4-8 bulan
- Bentuk badannya panjang
- Warnanya terang dan menarik serta siripnya panjang
- Gerakannya lincah dan agresif
Betina
- Setidaknya berumur 3-4 bulan
- Bentuk badannya membulat dan perutnya sedikit buncit
- Warnanya kusam dan tidak menarik serta siripnya pendek
- Gerakannya lambat
2. Persiapan Pemijahan Ikan Cupang

Setelah persiapan budidaya ikan cupang yang sebelumnya selesai, inilah saatnya untuk masuk ke proses pemijahan.
Siapkan tempat berupa aquarium atau wadah dan baskom kecil berukuran 20x20x20 cm.
Selain itu, sediakan juga gelas plastik untuk tempat ikan cupang betina.
Terakhir, siapkan juga tumbuhan air, seperti contohnya kiambang.
Dalam sekali proses perkawinan, ikan cupang bisa memproduksi telur hingga 1.000 butir.
Setelah pembuahan, telur tersebut akan menetas dalam kurun waktu 24 jam.
Menurut pengalaman para pegiat budidaya ikan cupang, tingkat kematian pembenihan ikan cupang cukup tinggi.
Dalam sekali kawin, ikan cupang yang bisa dipanen biasanya mencapai 30-50 ekor saja.
Indukan jantan bisa kawin hingga 8 kali dalam interval 2-3 minggu, sedangkan indukan betina disarankan hanya dikawinkan sekali saja.
Jika indukan betina dikawinkan dengan paksa, akan terjadi penurunan keragaman jenis kelamin pada perkawinan berikutnya.
Hasilnya, anakan ikan akan didominasi oleh betina.
3. Langkah-Langkah Pemijahan
Mengisi Air
- Masukkan air bersih setinggi 10-15 cm ke dalam wadah pemijahan (sebaiknya gunakan air tanah atau air sungai yang jernih).
- Endapkan air yang akan dimasukkan terlebih dahulu setidaknya selama semalam.
- Hindari penggunaan air PAM yang berbau kaporit atau air dalam kemasan.

- Masukkan tanaman air ke dalam wadah sebagai tempat berlindung bagi para burayak.
- Pastikan penempatan tanaman tidak terlalu padat agar tanaman tersebut tidak berpotensi mengambil oksigen terlarut di dalam air.
Memasukkan Ikan Jantan
- Masukkan ikan jantan yang sudah siap kawin ke dalam wadah.
- Biarkan selama sehari di dalam wadah.
- Ikan jantan akan membuat gelembung-gelembung udara yang berguna untuk menyimpan telur yang sudah dibuahi.
- Untuk memancing ikan jantan membuat gelembung, masukkan ikan cupang betina, namun dipisah.
- Caranya, masukkan ikan betina ke dalam gelas plastik bening dan benamkan ke dalam akuarium yang berisi ikan jantan.

- Setelah gelembung-gelembung terlihat di dalam akuarium, masukkan ikan cupang betina ke dalam akuarium.
- Waktu pemijahan biasanya berlangsung sekitar pukul 7-10 pagi atau 4-6 sore.
- Tutup dengan koran atau simpan wadah akuarium di tempat yang terhindar dari suara bising serta hilir mudik manusia karena ikan cupang cukup sensitif saat kawin.
Pisahkan Ikan Cupang Betina dari Ikan Cupang Jantan
- Setelah proses pembuahan selesai, segera angkat indukan betina
karena ikan cupang jantanlah yang bertanggung jawab dalam menjaga dan
membesarkan burayak.
- Indukan jantan akan memunguti telur yang
sudah dibuahi dengan mulutnya dan meletakkannya di gelembung-gelembung
yang sudah dibuat sebelumnya.
- Jika indukan betina tidak dipisahkan, telur-telur yang dibuahi akan dimakan oleh si betina.
Telur Menetas
- Dalam kurang lebih satu hari, telur-telur tersebut akan menjadi burayak.
- Selama
3 hari ke depan, kamu tidak perlu memberikan pakan kepada burayak
karena masih ada nutrisi tersisa yang terbawa dalam telur.
- Selain itu, ikan cupang jantan juga akan berpuasa selama menjaga burayak.
Pemberian Kutu Air (Moina atau Daphnia)
- Setelah 3 hari terhitung setelah telur menetas, berikan burayak kutu air (moina atau daphnia).
- Jangan memberikan pakan lebih banyak dari burayak karena pakan tersebut bisa mengotori air yang bisa menyebabkan burayak mati.
Pindahkan ke Tempat yang Disiapkan
- Ambil indukan jantan dari dalam akuarium setelah burayak berusia 2 minggu, terhitung semenjak telur menetas.
- Pindahkan burayak ke tempat yang lebih luas dan beri larva nyamuk atau kutu air yang lebih besar.
- Setelah
1,5 bulan, kamu sudah bisa memilih ikan cupang berdasarkan jenis
kelamin dan pisahkan ikan-ikan tersebut ke wadah pembesaran.
4. Pakan untuk Budidaya Ikan Cupang
Untuk budidaya ikan cupang yang sukses, pastikan untuk selalu memberikan pakan favorit ikan cupang, yakni kutu air, cacing sutra, dan larva nyamuk.
Sebaiknya, pakan diberikan sesering mungkin, contohnya 3-4 kali dalam sehari.
Semakin sering, semakin baik juga dampak yang akan dihasilkan.
Intinya, lebih baik memberikan makan sedikit-sedikit tapi sering daripada banyak namun dalam 1 waktu.
Pasalnya, hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko penumpukan sisa pakan yang bisa menyebabkan berkembangnya penyakit.
- Setelah proses pembuahan selesai, segera angkat indukan betina karena ikan cupang jantanlah yang bertanggung jawab dalam menjaga dan membesarkan burayak.
- Indukan jantan akan memunguti telur yang sudah dibuahi dengan mulutnya dan meletakkannya di gelembung-gelembung yang sudah dibuat sebelumnya.
- Jika indukan betina tidak dipisahkan, telur-telur yang dibuahi akan dimakan oleh si betina.
Telur Menetas
- Dalam kurang lebih satu hari, telur-telur tersebut akan menjadi burayak.
- Selama 3 hari ke depan, kamu tidak perlu memberikan pakan kepada burayak karena masih ada nutrisi tersisa yang terbawa dalam telur.
- Selain itu, ikan cupang jantan juga akan berpuasa selama menjaga burayak.
Pemberian Kutu Air (Moina atau Daphnia)
- Setelah 3 hari terhitung setelah telur menetas, berikan burayak kutu air (moina atau daphnia).
- Jangan memberikan pakan lebih banyak dari burayak karena pakan tersebut bisa mengotori air yang bisa menyebabkan burayak mati.
Pindahkan ke Tempat yang Disiapkan
- Ambil indukan jantan dari dalam akuarium setelah burayak berusia 2 minggu, terhitung semenjak telur menetas.
- Pindahkan burayak ke tempat yang lebih luas dan beri larva nyamuk atau kutu air yang lebih besar.
- Setelah 1,5 bulan, kamu sudah bisa memilih ikan cupang berdasarkan jenis kelamin dan pisahkan ikan-ikan tersebut ke wadah pembesaran.
Komentar
Posting Komentar