Terancam Degradasi Alam, Cupang Alam Berpotensi Dikembangkan
Peneliti Bidang Genetika dan Pemuliaan, Balai Riset Budidaya Ikan Hias,
Kementerian Kelautan dan Perikanan, Eni Kusrini mengungkapkan cupang
alam Indonesia terancam oleh degradasi alam.
"Degradasi alam menyebabkan beberapa jenis cupang alam mulai sulit diperoleh," ungkap Eni kepada Gatra.com, Kamis (1/8).
Meskipun demikian, Ia berpendapat ikan cupang alam berpotensi untuk
dikembangkan di Indonesia. Cupang alam sangat diminati oleh pasar
mancanegara, khususnya Eropa dan Amerika.
"Potensinya pengembangbiakannya berpeluang besar untuk dilakukan,
sehingga bisa dipenuhi oleh budidaya.
Potensi pasar pasti besar karena
harga mahal dari Rp150 ribu untuk jenis biasa sampai Rp2,2 juta,"
terangnya.
Eni menjelaskan terdapat 75 jenis ikan cupang yang ada di dunia,
sebanyak 57 jenis ada di Indonesia.
"Ikan cupang alam yang endemik
Indonesia sebanyak 37 jenis yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan,"
tuturnya.
Kemudian, pihaknya berhasil membudiyakan cupang alam Betta Imbelis yang
berasal dari Sumatera. Selain itu, dikembangkan pula ikan cupang yang
berukuran besar.
"Selama ini yang beredar di pasar di Indonesia terutama itu cupang hias.
Itu introduksi yg jenisnya adalah Betta Splendens asalnya dari
Thailand," terangnya.
Kemudian, spesies ikan tersebut sudah berkali-kali kawin silang yang menghasilkan banyak galur.
Eni mengaku masih sedikit breeder (peternak) yang mengembangkan cupang
alam. Sebagian besar cupang tersebut didapat dari tangkapan alam.
"Besar sekali dan perlu kepedulian breeder dan pemerhati ikan hias untuk mengembangkannya," tegasnya.
Menurut Eni, beberapa jenis ikan cupang alam asli Indonesia yg
berpotensi dan berprospek baik di pasar internasional yaitu Betta Rubra,
Betta Chanoides, Betta Imbelis, Betta Patoti, Betta Enisae, Betta
Unimaculata, Betta Bellica, Betta Foersci, dan Betta Simorum.
Komentar
Posting Komentar