Cara Budidaya Kutu Air untuk Pakan Ikan Cupang, Peluang Bisnis yang Mudah dan Menguntungkan!
Cara Budidaya Kutu Air dengan Baik dan Benar
1. Mencari Bibit untuk Budidaya Kutu Air

Sebelum mengetahui cara ternak kutu air, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mencari bibit kutu air.
Dengan majunya teknologi, kamu bisa mencari bibit kutu air di e-commerce.
Alternatif lainnya, kamu juga bisa lo mencari atau membuat bibit kutu air sendiri.
Biasanya bibit kutu air dapat kamu jumpai di selokan atau genangan air.
Jika ingin membuatnya, kamu perlu menyiapkan sayuran busuk, air susu atau teh, dan ampas kedelai.

Untuk wadah budidaya kutu air, siapkanlah bak yang terbuat dari beton.
Jika tidak ada, kamu bisa menggunakan kulkas berukuran kecil yang sudah tidak terpakai atau kolam yang terbuat dari fiber.
Sebelum diisi air, taburilah wadah tersebut menggunakan kapur untuk menetralkan tingkat keasaman.
Selain itu, dalam memelihara kutu air, kamu tidak memerlukan banyak air karena kutu air tidak membutuhkan kolam yang dalam untuk hidup.
3. Membuat Bibit Budidaya Kutu Air

Jika memilih cara ternak kutu air dengan membuat bibit sendiri, kamu membutuhkan beberapa bahan, semisal kotoran ayam, sayuran busuk, dan air got.
Kali ini 99.co Indonesia akan membagikan contoh cara membuat bibit kutu air menggunakan sayuran kol busuk:
- Cucilah kol yang telah busuk.
- Masukkan kol ke dalam wadah yang sudah diisi air.
- Diamkan selama 1 minggu.
- Seiring waktu, kotoran dari sayur kol tersebut turun ke dasar kolam.
- Saat kotoran turun ke dasar air, muncullah bibit kutu yang akan menjadi pakan ikan hias.
- Hindarilah wadah tersebut dari sinar matahari secara langsung.
4. Perhatikan Air
Cara ternak kutu air yang baik dan benar selanjutnya adalah memperhatikan air yang digunakan.
Air yang baik untuk budidaya kutu air adalah air tua.
Untuk mendapatkannya, tuangkanlah air ke dalam wadah yang kamu siapkan.
Seiring waktu, kotoran yang ada pada permukaan air akan turun ke dasar wadah.
Jika warna air sudah menjadi cokelat kehijauan, berarti plankton dan tumbuhan renik tumbuh dalam wadah kutu air tersebut.
Saat itu terjadi, segera ganti air dalam wadah dengan air bersih.
Jika wadah sudah bersih, selanjutnya perhatikanlah makanan kutu air.
5. Pemberian Pupuk Kandang

Pakan kutu air yang paling baik adalah pupuk kandang.
Untuk memberikan pakan kutu air dalam wadah seluas 1 m², masukkanlah sekira 2 kg pupuk kandang ke dalam wadah.
Makanan kutu air diperkirakan akan habis dimakan kutu air selama 3 sampai 5 hari.
Selain pupuk kandang, sebenarnya ada beberapa jenis bahan yang bisa kamu gunakan sebagai pakan kutu air.
Beberapa makanan kutu air tersebut di antaranya adalah tepung terigu, tepung tapioka, dedak, ragi, limbah cair tahu, dan eceng gondok.
6. Memanen Kutu Air

Setelah memberi makanan kutu air secara benar, kamu bisa memanen kutu air dalam waktu tujuh sampai sebelas hari.
Ketika waktunya tiba, ambillah kutu air menggunakan jaring halus.
Setelah itu, cucilah terlebih dulu kutu air dengan air bersih.
Kemudian, barulah kutu air dapat diberikan sebagai pakan ikan hias ikan cupang atau ikan guppy.
Melihat mudahnya budidaya kutu air, tentu hal ini dapat menjadi peluang bisnis rumahan dengan modal rendah.
Keuntungan Budidaya Kutu Air
Setelah mengetahui cara ternak kutu air, kamu pasti penasaran kan berapa besar keuntungan yang didapat dari bisnis ini?
Melansir Kumparan.com, seorang pelaku bisnis kutu air asal Garut, Ari Riyanto, mengaku mengawali bisnis ini dengan modal kecil.
Dia bisa menjual kutu air dengan harga Rp40 ribu per satu bungkus plastik yang berisi 150 ekor kutu air daphina magna.
Sementara, kutu air chydorus dihargai Rp25 ribu per satu bungkus plastik.
Melalui penjualan di internet, kini dia bisa meraup omzet sekira Rp1 juta sampai Rp2 juta.
Pelaku bisnis kutu air lainnya asal Malang, Dike Anggrianto, juga mengatakan hal yang sama.
Dia dapat menjual kutu air seharga Rp20 ribu per tiga sendok makan.
Dike mengaku bisa meraup omzet sebesar Rp1,8 juta setiap harinya.
Wah, sebuah peluang bisnis yang menggiurkan bukan?
Komentar
Posting Komentar